Selasa, 12 Februari 2013

derai hujan membasai jiwaku

kota kecil ini selalu teguyur oleh derasnya air hujan. tiap saat selalu hujan, hujan dan hujan. hujan membuat jiwaku tercuci oleh derasnya tetesan air yang diturunkannya. selalu membuatku bermalas-malasan dalam melakukan sesuatu. cuaca yang tak menentu terkadang membuat kota kecil ini menjadi fakum. fakum dalam aktivitasnya masing-masing. aku juga terkadang fakum dalam mengerjakan tugas-tugas sekolahku yang super duper numpuknya. yang inilah itulah. sampai-sampai pusing mau kelarin yang mana dulu.

kota ini membuat banyak kenangan bersejarah buatku, sahabat-sahabatku, dan kamu. cinta pertamaku berawal dari ketika hujan membasahi raga ini, dan tiba-tiba muncullah sosok orang yang mempunyai fisik tinggi, manis dan lumayan banyak dikagumi cewek-cewek disekolahku. aku beruntung banget bisa jalan berdua bareng dia disaat suasana hujan deras dalam bungkaman air hujan yang terus mengucur dalam jiwa ini. tidak ada hal yang lebih indah buatku selain aku bisa deket sama dia, ngobrol sama dia dan masih banyak lagi. memang awal pendekatan yang tak disengaja saat itu. aku heran kenapa cowok segagah dia mau jalan berdua sama gue dibandingkan naik mobil mewahnya. hehehe... tapi itu gak penting buat aku, aku adalah cewek paling beruntung dari sekian banyak cewe-cewek yang ada.

hmmm.. 
upps!!! lupa gue, panggil aja cowok itu dimas. cowok super keren di sekolahku. sampai terkagum-kagum dak mandanginnya. bukan dia yang salah tingkah saat kita mandangin dia, tapi malah kita yang salting sendiri. serasa dunia hanya milik sendiri. ngomong-ngomong soal ujan, itu adalah suasana paling romantis yang gak akan terlupakan. sampai saat ini masih keingat sama dia. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar